Last Post, Ever (UAS)

Setelah mengikuti kuliah Creativity & Innovation selama satu semester, saya mendapat beberapa hal, tapi yang paling penting tentu saja saya jadi punya kesadaran bahwa suatu masalah dapat diselesaikan dengan banyak cara, dengan cara yang outside the box, dan kita cara untuk mengasah cara berfikir seperti itu ialah:

Main game di komputer Paman Apiq setiap kelas Creativity & Innovation tentunya

Truly, truly remarkable

Thumbs up, Sir. Thanks to you now I can think and write properly. Cheers

Iklan

Business Model AP-Online (UAS)

Sebuah aplikasi digital dari majalah music internasional Alternative Press

  • Key partners:

Google

Twitter

Facebook

Social Media

Komunitas musik

 

  • Key activities:

Terbitan edisi majalah tiap bulan

Maintenance

Advertising

 

  • Key sources:

Reporter musik

Researchers & developers

Page designers

IT experts

 

  • Offers:

Info terbaru tentang band dan artis music internasional

Jadwal release album

Interviews

 

  • Customer relationship:

Customer service

Feature update

Events

 

  • Channels:

Komputer

Laptop

Gadget

 

  • Segment:

Pengguna internet

Pecinta music dari muda sampai tua

 

  • Cost:

Gaji staff

Biaya pemasaran

Biaya operasional

 

  • Revenue:

Sponsorship

Partnership

Iklan

Business Model Google Goggles

  • Key partners:

Google

Twitter

Facebook

Wikipedia

Social Media

 

  • Key activities:

Maintenance

Advertising

 

  • Key sources:

Researchers & developers

IT experts

 

  • Offers:

Image search engine

 

  • Customer relationship:

Customer service

Feature update

 

  • Channels:

Computers

Laptops

Gadgets

 

  • Segment:

Internet users

From students to retiree

 

  • Cost:

Gaji staff

Biaya pemasaran

Biaya operasional

 

  • Revenue:

Sponsorship

Partnership

Iklan

Business Model Stasiun TV

  • Key partners:

Stasiun TV lain

 

  • Key activities:

Acara senam

Acara religi

Talkshow

Acara masak

 

  • Key sources:

Produser acara

Staff stasiun TV

IT

 

  • Offers:

Acara hiburan untuk mengisi masa-masa tua

 

  • Customer relationship:

Gathering

Membership

Customer service

 

  • Channels:

Kerjasama dengan lembaga lain

 

  • Segment:

Manula

Pensiunan

 

  • Cost:

Gaji staff

Biaya pemasaran

Biaya operasional

 

  • Revenue:

Sponsorship

Partnership

Iklan

20-20

Buat sebuah cerita dengan nama-nama dibawah ini:

  1. Muhammad – Ratu
  2. Isaac Newton – Gua
  3. Jesus Christ – Raga
  4. Buddha – Tempat
  5. Confucius – Terima
  6. St. Paul – Senam
  7. Tsai Lun – Baju
  8. Johan Gutenberg – Balapan
  9. Christopher Colombus – Cemilan
  10. Albert Einstein – Sesepuh
  11. Louis Pasteur – Sebel
  12. Galileo Galilei – Dobel
  13. Aristotle – Timbel
  14. Euclid – Fabel
  15. Moses – Mebel
  16. Charles Darwin – Nambal
  17. Shih Huang Ti – Jubel
  18. August Caesar – Label
  19. Copernicus – Sambal
  20. Laurent Lavoisier – Dapul

Oke pak.

Muhammad dan Ratu mengunjungi Isaac Newton di sebuah gua tapi di jalan bertemu Jesus Christ yang sedang berolahraga di tempat Buddha dan di sana juga ada Confucius yang sedang menerima pelajaran senam dari St. Paul pake bajunya Tsai Lun. Setelah itu mereka balapan dengan Johan Gutenberg yang abis makan cemilannya Christopher Colombus. Setelah itu, sesepuh Albert Einstein sebel sama Louis Pasteur, Galileo Galilei dan Aristotle dobel tim makan nasi timbel, Euclid dan Moses nikah dan punya anak namanya Fabel dan Mebel. Charles Darwin menambal ban Shih Huang Ti yang lobangnya bejubel, August Caesar dilabel bangsat sama Copernicus lalu dilempar sambel, lalu Laurent Lavoiser bilang, “Dapul”.

And they live happily ever after. The End

 

Sekian, terimakasih. Cheers.

Budiono

Tanggal berapa ya waktu itu saya lupa, ada orang namanya Budi Raharjo jadi guest lecture di kelas Creativity and Innovation. Yang saya dapat dari dia sih ngga banyak, Cuma gini:

Menurut definisi Beliau terdapat 3 macam globalisasi:

  • Globalisasi 1.0 = Semua orang ingin menjadi penjajah.
  • Globalisasi 2.0 = Status Warga Negara tidaklah penting, karena semua orang mengincar multinational company.
  • Globalisasi 3.0 = Yang penting adalah diri kita sendiri.

Lalu:

  • Data digital bisa direproduksi dengan kualitas mirip banget dengan aslinya. Sebetulnya kualitas data analog asli lebih bagus dari digital
  • Music-musik yang ada di jaman dulu lebih bagus kualitasnya dan bernilai seni
  • Sistem digital lebih murah
  • Perangkat makin kecil makin cepat makin murah

Then, he said, I quote “Usia hilang itu tidak bisa dicari, uang bisa dicari. Kegagalan itu nasib, bukan aib. Yang penting sudah berusaha dan jangan sia-siakan waktu yang ada”

Terus saya keluar kelas, pas mau balik lagi eh kelasnya udah selesai. Jadi Cuma segitu deh yang saya dapet.

Sekian, terimakasih. Cheers

Kreasi dan Inovasi Mahasiswa

Saat mendengar pertanyaan, ‘Bagaimana peluang dan prospek mahasiswa sekarang dalam berkreasi dan berinovasi?’, saya sama sekali tidak merasa bingung untuk menjawabnya, karena peluang mahasiswa sangat banyak malah tidak terbatas sebenarnya. Prospeknya pun tentu saja bagus. Saya akan mengambil contoh dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa SBM-ITB.

Dari semester pertama kuliah, mahasiswa SBM telah diharuskan mengikuti mata kuliah Performance Art yang isinya adalah membuat berbagai macam performance dan drama yang intinya mengembangkan kreativitas dan sisi inovatif dari tiap mahasiswa. Begitu juga dengan mata kuliah Artistic Recollection di semester kedua yang merupakan kelanjutan dari Performance Art dan isinya lebih mengembangkan tingkat kreativitas para mahasiswa ke tingkat yang lebih tinggi. Dilanjutkan dengan Oddisey yaitu kumpiulan drama yang diadakan oleh para mahasiswa SBM untuk umum dan pelaksanaannya dari awal sampai akhir dipersiapkan dan dilakukan sepenuhnya oleh para mahasiswa dari mulai show organizers nya sampai pemain-pemain yang bermain dalam drama-drama tersebut. Jika dikaitkan dengan 5 level kreativitas, maka kesempatan berkreasi yang diatas termasuk di dalam level Orientational  yang berarti  pada tingkat ini manusia mengembangkan kemampuan yang memungkinkan ekspresi kreatif dengan berbagai cara, dimana pengembangan kreativitas pada tingkat sebelumnya dilakukan untuk pengembangan masyarakat.

Di tahun kedua kuliah, sudah tidak ada mata kuliah yang seperti itu lagi. Namun adanya mata kuliah IBE yang mengharuskan sekitar 30 mahasiswa bergabung dan mendirikan satu company untuk membuat business plan dalam satu semester dan menjual produk di satu semester selanjutnya, menurut saya merupakan hal yang menjadi bentuk real dari kreasi dan inovasi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Jika dikaitkan dengan 5 level kreativitas, maka kesempatan untuk berinovasi yang telah disebutkan sebelumnya termasuk di dalam level Innovational, dimana pada level ini manusia berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada.

Ada pula kegiatan-kegiatan organisasi yaitu Satoe Indonesia, himpunan, dan Golf Tournament. Satoe Indonesia merupakan organisasi non-profit yang didirikan oleh mahasiswa SBM untuk mengembangkan desa-desa di Indonesia agar bias menjadi desa yang mandiri. Kurang besar apa inovasi seperti ini. Ini adalah bentuk yang sangat nyata yang dilakukan oleh mahasiswa SBM yang tentunya dapat diikuti juga oleh para mahasiswa di seluruh dunia. Salah satu sumber keuangan untuk Satoe Indonesia ini berasal dari Golf Tournament yang merupakan turnamen golf untuk umum yang diadakan tiap tahunnya juga oleh para mahasiswa SBM. Beberapa tahun lalu, acara ini menghasilkan profit 2 miliyar rupiah yang dimasukan untuk kas Satoe Indonesia yang akhirnya dapat memungkinkan kelangsungan dari semua kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan himpunan juga merupakan ajang berkreasi dan berinovasi dari para mahasiswa SBM karena diharuskannya himpunan dalam membuat program-program kerja dam program program tersebut yang dilaksanakan tiap tahunnya sangatlah bagus dari mulai turnamen olahraga yang dapat menyatukan himpunan-himpunan di seluruh ITB, acara-acara musik sampai seminar-seminar bisnis.

Dapat dilihat bahwa banyak sekali peluang yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan baik dalam berkreasi dan berinovasi.  Jika dilihat dari 4 level inovasi, yaitu: teknologi, produk, proses, dan bisnis model , mahasiswa juga dapat melakukan inovasi dari semua segi tersebut, karena telah didukung juga oleh lingkungan yang inovatif seperti bisnis – bisnis kreatif.

Menurut saya, tidak ada hal yang menghambat mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif. Yang menghambat hanyalah kemauan dari diri para mahasiswa masing-masing. Jika mereka mau untuk mencoba, pasti jalan yang ditempuh akan lancar-lancar saja. Tinggal masalah kemauan yang ada di diri mereka masing-masing.

Sesuai dengan buku ”The World is Flat” karangan Thomas L. Friedman, kita semua sebagai mahasiswa dan calon pemimpin masa depan harus lebih aktif untuk berkreasi dan melakukan inovasi karena di masa yang akan datang akan inovasi akan menjadi tuntutan terbesar bagi lingkungan dan seluruh umat manusia.

Sekian, terimakasih. Cheers.

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.